Malioboro, nama ini memang sangat lekat dengan Kota Gudeg.

Nama dari sebuah jalan paling populer di Yogyakarta ini akan selalu identik dengan romantisme, barangkali Maliboro lah yang ada di lirik lagu Yogyakarta milik KLa Project.

Membentang dari titik nol kilometer hingga Tugu Yogyakarta, jalan ini adalah jantung utama Yogyakarta sejak masa awal kerajaan.

Hingga sekarang, jalan ini pun selalu menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Review Jalan Malioboro

wisata jogja

Jalan Malioboro merupakan poros garis imajiner Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sepanjang 2 km.

Jalan ini konon mampu menghubungkan Gunung Merapi di utara, Keraton Yogyakarta di tengah, dan Pantai Parangtritis di selatan.

Malioboro mungkin terdengar lebih unik dibanding nama jalan lain di Yogyakarta.

Malioboro kabarnya berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, ada pula yang menyebut berasal dari nama bangsawan Inggris, Marlborough.

Secara keseluruhan, Malioboro sebenarnya membentang dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.

Kawasan ini memiliki beberapa objek bersejarah seperti Tugu Yogyakarta, Pasar Beringharjo, hingga Benteng Vredeburg.

Selain itu, Jalan Malioboro juga sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima, toko souvenir dan kerajinan khas Yogyakarta, warung makan lesehan di malam hari, hingga terkenal sebagai tempat berkumpulnya seniman khas Yogyakarta.

Jalan satu arah ini juga terdapat banyak delman atau becak yang biasa digunakan wisatawan untuk berkeliling tanpa harus takut lelah berjalan kaki.

Jalan Malioboro sungguh menawarkan kehangatan dari istimewanya Kota Yogyakarta.

Wahana di Malioboro

Menyambangi Jalan Malioboro, alangkah lebih syahdu jika kita berjalan dari arah selatan menuju utara.

Sebab selama perjalanan, akan banyak sekali situs bersejarah yang bisa sekaligus kita kunjungi selagi menyusuri jantung Kota Yogyakarta ini.

1. Benteng Vredeburg

jalan malioboro

Benteng Vredeburg didirikan erat kaitannya dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta.

Bangunan yang kini menjadi museum ini, menjadi tempat berbagai koleksi bersejarah seperti diorama pelantikan Jenderal Soedirman, minirama, kendil, dokumen Soetomo, dan lainnya.

2. Gedung Agung

jalan malioboro

Terletak di pusat keramaian kota, Gedung Agung atau Istana Yogyakarta adalah salah satu bangunan bersejarah bagi Kesultanan Yogyakarta maupun Negara Indonesia.

Gedung Agung saat ini difungsikan sebagai salah satu kediaman resmi presiden Negara Republik Indonesia.

3. Nol Kilometer

jalan malioboro

Nol Kilometer, adalah sebuah ujung dari Jalan Malioboro yang ada di sebelah selatan, tempat ini memiliki suasana Indies yang ikonik dan kerap dijadikan foto instagenik.

Sepanjang jalan ke utara juga berjajar bangku taman yang biasa digunakan untuk duduk bersantai.

4. Pasar Beringharjo

jalan malioboro

Mengunjungi Jalan Malioboro memang kurang lengkap jika tidak berbelanja.

Pasar Beringharjo adalah salah satu tempat yang tepat untuk berburu cenderamata dan kerajinan khas Yogyakarta, terlebih selama berbelanja pengunjung juga bisa melakukan tawar menawar.

5. Tugu Yogyakarta

wisata jogja

Jalan Malioboro berkahir di Tugu Yogyakarta pada bagian utara, monumen ini adalah simbol sekaligus lambang dari Kota Yogyakarta.

Spot foto favorit wisatawan ini adalah simbol yang bersifat magis dalam poros imajiner Keraton Yogyakarta.

Lokasi

Peta Menuju Malioboro


Jalan Malioboro tepatnya berlokasi di Jalan Malioboro, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat Kota Yogyakarta dan berjarak sangat dekat dengan Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Jalan Malioboro buka 24 jam setiap harinya.

Baca juga Tempat Wisata di Jogja lainnya.

Rute Menuju Malioboro

Untuk menuju ke Jalan Malioboro, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan naik transportasi publik.

Berikut ini beberapa opsi rute perjalanan yang bisa digunakan oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jalan Malioboro.

1. Via Kendaraan Pribadi

  • Dari Jakarta atau Bandung

Apabila kalian datang dari arah Jakarta atau Bandung, maka gunakan lah Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Lanjut terus hingga ke Jalan Tol Pejagan-Pemalang sampai di Jalan Tol Semarang-Solo dan keluar di Exit Tol Kartasura lalu ikutilah rute sebagai berikut.

Kartasura – Sawit – Tegal Gondo – Delanggu – Ceper – Klaten – Kraguman – Jogonalan – Prambanan – Kalasan – Maguwo – Jl. Laksda. Adisucipto – Jl. Jend. Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Soedirman – Jl. Suroto – Jl. Yos Sudarso – Jl. Abu Bakar Ali – sampailah di Jalan Malioboro.

  • Dari Semarang

Apabila kalian datang dari arah Semarang dan sekitarnya, gunakan lah Jalan Tol Semarang.

Kemudian lanjutkan hingga masuk ke Jalan Tol Semarang-Solo setelah itu keluarlah di Exit Tol Kartasura, lalu ikutilah rute jalan sebagai berikut.

Kartasura – Sawit – Tegal Gondo – Delanggu – Ceper – Klaten – Kraguman – Jogonalan – Prambanan – Kalasan – Maguwo – Jl. Laksda. Adisucipto – Jl. Jend. Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Soedirman – Jl. Suroto – Jl. Yos Sudarso – Jl. Abu Bakar Ali – sampailah di Jalan Malioboro.

  • Dari Surabaya

Apabila kalian datang dari arah Surabaya dan sekitarnya di Jawa Timur, gunakan lah Jalan Tol Surabaya-Gempol menuju Jalan Tol Surabaya-Mojokerto lanjut sampai Jalan Tol Solo-Kertosono.

Setelah itu kemudian keluar di Exit Tol Kartasura, lalu ikutilah rute jalan sebagai berikut.

Kartasura – Sawit – Tegal Gondo – Delanggu – Ceper – Klaten – Kraguman – Jogonalan – Prambanan – Kalasan – Maguwo – Jl. Laksda. Adisucipto – Jl. Jend. Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Soedirman – Jl. Suroto – Jl. Yos Sudarso – Jl. Abu Bakar Ali – sampailah di Jalan Malioboro.

  • Dari Kulon Progo

Apabila kalian datang melalui jalan lintas selatan atau melalui Kulonprogo maka ikutilah rute jalan sebagai berikut.

Sesampainya di Kulon Progo gunakan lah rute jalan sebagai berikut.

Jl. Yogyakarta-Wates – Jl. HOS. Cokroaminoto – Jl. Pembela Tanah Air – Jl. Tentara Rakyat Mataram – di bundaran ambil Jl. Suryonegaran – Jl. Wangsodirjan – Jl. Abu Bakar Ali – sampailah di Jalan Malioboro.

2. Via Transportasi Publik

a. Pesawat

Jika kalian datang dengan menggunakan moda transportasi publik pesawat, maka kalian akan turun di Bandara Adisucipto.

Kemudian ikutilah rute perjalanan sebagai berikut.

Dari halte TransJogja Bandara Adisucipto naiklah TransJogja rute 1A lalu turun di halte sepanjang Jalan Malioboro (Halte Malioboro 1/ Malioboro 2/ Ahmad Yani), sampailah di Jalan Malioboro.

b. Kereta

Jika kalian datang menggunakan kereta, makan kalian akan berhenti di Satsiun Lempuyangan atau Stasiun Tugu.

  • Dari Stasiun Tugu

Jika kalian berhenti di Stasiun Tugu kalian hanya tinggal berjalan kaki sekitar 300 meter ke arah timur hingga sampai di Jalan Malioboro.

  • Daris Stasiun Lempuyangan

Bagi kalian yang berhenti di Stasiun Lempuyangan, jalan kakilah sekitar 500 meter ke arah timur di ex bisokop Mataram.

Kemudian di halte TransJogja Bioskop Mataram 2 naik TransJogja rute 2A turun di Halte Soedirman.

Di sana naik TransJogja 1A dan turun di Halte sepanjang Jalan Malioboro (Halte Malioboro 1/ Malioboro 2/ Ahmad Yani), sampailah di Jalan Malioboro.

c. Bus

Jika kalian datang dengan menggunakan transportasi publik bus maka berhentilah di Terminal Giwangan Yogyakarta.

Setelah itu naiklah TransJogja rute 4B turun di Halte TransJogja Urip Sumoharjo, dari situ naik TransJogja 1A dan turun di Halte sepanjang Jalan Malioboro (Halte Malioboro 1/ Malioboro 2/ Ahmad Yani), sampailah di Jalan Malioboro.

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk kawasan Jalan Malioboro, pengunjung akan dikenai tarif retribusi parkir jika membawa kendaraan pribadi, sebesar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor.

Kawasan parkir yang tersedia adalah di Sentra Parking Abu Bakar Ali.

Sementara itu bagi yang berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik, maka memasuki Jalan Malioboro tidak dikenai tarif atau gratis.

Hal yang Bisa Dilakukan di Sini

jalan malioboro

Ada banyak hal mengasyikkan yang bisa kalian lakukan di Jalan Maliobor.

Terlebih jika kalian mengajak keluarga, teman, atau pasangan, suasana pastinya akan semakin hangat dan bahkan bisa membawa romantisme tersendiri.

1. Berwisata sejarah

Berbagai situs sejarah memang ada di sepanjang Jalan Malioboro.

Sebut saja, Benteng Vredeburg dan Gedung Agung di sebelah selatan.

Sementara itu di sebelah utara kalian bisa mengunjungi Tugu Yogyakarta yang legendaris.

2. Duduk bersantai di bangku

Deretan bangku-bangku terdapat di sepanjang Jalan Malioboro.

Jika lelah berjalan, gunakanlah bangku tersebut untuk bersantai, bercengkrama, atau menikmati suasana khas Jalan Malioboro, apalagi jika bersama dengan orang tercinta.

3. Berbelanja

Aktivitas yang identik dengan Jalan Malioboro adalah berbelanja.

Mulai dari cenderamata dan kerajinan khas seperti batik hingga busana, makanan khas Yogyakarta seperti gudeg, atau hanya sekedar membeli kopi dan makanan ringan.

4. Melihat pertunjukan kesenian

Jalan Malioboro adalah tempat favorit seniman Yogyakarta dalam berekspresi di ruang publik.

Oleh sebab itu luangkan lah waktu sejenak sembari melihat pertunjukan musik, melukis, teatrikal, baca puisi, dan sebagainya yang ada di sini.

5. Berburu foto

Inilah salah satu kegiatan yang tidak boleh terlupa saat berada di Jalan Malioboro.

Abadikan lah momen kalian bersama dengan orang terdekat sebab suatu saat kalian akan terbawa ke dalam romantisme saat memandang hasil foto di tempat ini.

Tips Berkunjung ke Malioboro

Mengunjungi Jalan Malioboro adalah sebuah kegiatan yang bisa kalian lakukan kapanpun selagi ada di Yogyakarta.

Namun, beberapa tips berikut ini akan semakin memabntu kalian selama menyusuri Jalan Malioboro dan romansa yang ada.

1. Jalan kaki keliling kota

Mengunjungi Malioboro yang paling syahdu adalah dengan berjalan kaki. Meskipun terdengar melelahkan, namun hal ini lebih bagus dibandingkan dengan naik kendaraan. Selain menghindari macet, jalan kaki akan terasa lebih asyik.

2. Pilih area parkir yang strategis

Bagi kalian yang membawa kendaraan pribadi, pilihlan tempat parkir yang terletak strategis. Usahakanlah agar parkir di Sentra Parking Abu Bakar Ali, sebab selain resmi hal ini juga bisa menghindari calo tiket parkir yang biasa ada saat ramai.

3. Tawar menawar dan jangan malu bertanya

Bagi anda yang berbelanja di Jalan Malioboro, janganlah sungkan untuk menawar harga secara rasional, sebab hal ini akan sangat membantu.

Selain itu janganlah malu untuk bertanya, jika kalian kebingungan atau ingin mencari sesuatu hal.

4. Gunakanlah fasilitas dengan baik

Fasilitas yang ada di Jalan Malioboro memang sengaja diperuntukkan bagi pengunjung yang datang.

Oleh sebab itu gunakan lah fasilitas yang ada dengan baik, dengan tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas tersebut.

5. Siapkanlah baterai kamera

Nah, agar kalian bisa mengabadikan momen sepuasnya selama ada di Jalan Malioboro.

Siapkanlah baterai kamera atau ponsel secara penuh, atau apabila memungkinkan bawalah powerbank agar hunting foto kalian bisa maksimal.

Catatan
Itulan Jalan Malioboro, jantung Kota Yogyakarta ini memang tidak pernah gagal membuat orang datang untuk kedua kalinya.

Kehangatan dan romantisme Jalan Malioboro memang selalu mengundang rindu bagi siapa saja yang datang.

Jangan lupa ajaklah orang-orang terdekat kalian untuk berkunjung ke Malioboro sebab Yogyakarta memang istimewa, dan Jalan Malioboro adalah pembukanya.

Selamat Berwisata!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *