Gambar Tahura

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Rindu jalan-jalan? Kami juga! Mari sudahi pandemi, biar bisa berwisata lagi. Selalu pakai masker, jaga jarak & cuci tangan.

Bagi kamu yang sedang atau tengah berencana untuk pergi ke Jawa Barat, khususnya ke Kota Kembang Bandung.

Mungkin tempat berikut ini akan bisa kamu jadikan sebagai tempat destinasi utama yang boleh sekali untuk kamu kunjungi!

Bandung memang terkenal dengan banyaknya tempat wisata yang asri, unik dan menarik serta tak sedikit yang ramai dikunjungi oleh turis baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Tapi tempat yang satu ini berbeda dengan tempat-tempat lain, kira-kira kenapa ya?

Berikut ulasannya!

Review Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Tahura Bandung

Taman Hutan Raya Juanda atau yang biasa disebut Tahura Juanda adalah salah satu hutan raya yang menjadi kawasan konservasi alam.

Jadi Hutan konservasi adalah sebuah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta segala macam ekosistemnya.

Hutan konservasi Juanda ini letaknya cukup dekat dengan pusat kota Bandung. Bahkan bisa dikatakan menjadi salah satu paru-paru kota Bandung.

Dulu pada tahun 1965-an Taman Hutan Raya Insinyur Haji Juanda hanya memiliki luas sekitar 10 hektare saja.

Namun setelah berkembang dan mengalami pelebaran di beberapa tempat, kini luas Kawasan Tahura Juanda membentang dari Wilayah Dago Pakar hingga ke Kawasan Maribaya Lembang dengan total 590 hektare.

Jam operasional Tahura Juanda adalah setiap senin sampai minggu mulai dari pukul 8.00 pagi sampai 18.00 WIB.

Nama Hutan Raya ini diambil dari nama salah satu Pahlawan Indonesia yang merupakan Perdana Menteri terakhir era demokrasi parlementer dahulu kala.

Beliau adalah Ir. H. Juanda yang telah berjasa dalam Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957.

Harga Tiket Masuk

Jika kamu ingin masuk ke kawasan Tahura Juanda, kamu cukup merogoh kocek yang tidak terlalu dalam.

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik adalah 11.000 rupiah, sementara untuk wisatawan mancanegara dikenakan harga sekitar 76.000 rupiah.

Harganya memang kadang berbeda dengan yang tertera di website resmi Taman Hutan Raya Juanda.

Wahana di Taman Hutan Raya

Mungkin kamu masih bingung dengan apa saja sih yang ada di Taman Hutan Raya ini.

Di dalam Kawasan wisata Taman Hutan Raya juanda tercatat memiliki tidak kurang dari 2500 jenis tanaman, yang terdiri dari 40 jenis familia serta 112 species.

Nah, akan tetapi di Tahura Juanda tidak hanya hutan dengan hewan atau tumbuh-tumbuhan saja, di sini juga terdapat banyak spot wisata yang rekomended sekali untuk kamu kunjungi.

Beberapa spot wisata tersebut di antaranya yaitu:

1. Curug Omas

Tahura Bandung

Curug Omas lebih dikenal oleh warga bandung dengan sebutan Curug Maribaya, hal ini dikarenakan lokasinya yang memang berada di kawasan Wisata Maribaya Lembang Bandung.

Daya tarik wisata utama dari Curug Omas Bandung ini adalah eksotisme pemandangan alam akan keindahan air terjunnya serta suasana dan udaranya yang sangat sejuk.

Curug omas memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dan merupakan pertemuan dua aliran sungai, yaitu sungai cikawari dan sungai cigulung. Pada akhirnya membentuk daerah aliran sungai cikapundung hulu.

Jika kamu ingin berkunjung ke Curug Omas, kamu bisa mengambil rute jalan paling dekat dengan melalui Gerbang Taman Hutan Raya Juanda di daerah Maribaya, akan lebih dekat dibanding dengan rute dari gerbang Dago Pakar yang berjarak kurang dari 7 KM.

Kamu bisa ke sini dengan berjalan kaki seperti hiking, atau bisa juga menggunakan jasa transportasi Ojek, dengan tarif relatif mahal sekitar Rp70.000/orang.

2. Curug Lalay

Tahura Bandung

Curug Lalay bisa dikatakan sebagai sumber mata air panas kelima dari Lereng Gunung Tangkuban Perahu Bandung.

Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 30 meter dan lokasinya agak tersembunyi di dalam kawasan lembah.

Terletak di ketinggian 1.800 meter diatas permukaan laut, Curug Lalay merupakan tempat tujuan wisata yang sangat sejuk.

Di sekitar sisi Curug Lalay juga terdapat sebuah cerukan yang mirip Gua, dan di sanalah terdapat banyak ditemukan binatang kelelawar, sehingga menjadi nama curug ini.

Jika kamu ingin menuju ke Curug Lalay, kamu harus sedikit meluangkan waktu dan tenaga mungkin karena curug ini tidak seterkenal curug yang lain dan jarang dikunjungi.

Selain akses jalan menuju ke curug ini minim, juga tidak adanya papan penunjuk.

Satu-satunya penanda yang bisa diandalkan adalah plang Madrasah Ibtidaiyah Cisasawi, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong.

Selain itu dianjurkan untuk banyak bertanya pada penduduk setempat keberadaan curug tersebut.

Kondisi jalan menuju ke Curug Lalay ini hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki melewati kebun penduduk, menyusuri sungai dan naik turun bukit dan lembah.

3. Curug Dago

Taman Hutan Raja Juanda

Curug Dago merupakan air terjun alami yang terbentuk dari adanya aliran lava letusan dari Gunung Tangkuban Perahu pada 48 ribu serta 125 ribu tahun silam.

Air terjun atau Curug Dago ini mempunyai ketinggian tidak kurang 12 meter dengan lokasi ketinggiannya di atas 800 meter di atas permukaan air laut.

4. Goa Jepang

Tahura Bandung

Goa ini Merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang di Indonesia. Goa Jepang diperkirakan dibangun oleh para pekerja paksa / romusha.

Goa yang memiliki 4 pintu dan 2 saluran udara ini dibangun pada sekitar tahun 1942.

Jika kamu ingin menuju goa jepang, kamu perlu berjalan kaki kurang lebih 600 m dari gerbang masuk. Akses jalannya sudah bagus dan mudah dilewati

5. Goa Belanda

Tahura Bandung

Goa ini dibangun pada tahun 1918 dan diperkirakan kerap digunakan sebagai markas militer, penjara, gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi, serta juga PLTA.

Goa Belanda memiliki fasilitas yang cukup bagus dan lengkap, sepintas lebih modern dibanding dengan goa yang dibuat oleh Jepang.

6. Tebing Keraton

Taman Hutan Raja Juanda

Tebing Keraton mengusung konsep seperti bukit pandang, mungkin tempat ini sudah tidak asing lagi kamu dengar di telinga.

Tidak dapat dipungkiri, letak dan suasananya yang memang instagramable sehingga banyak menarik perhatian pengunjung.

Walaupun area ini masuk kedalam area Taman hutan raya Juanda, namun tetap memiliki tarif tiket masuknya berbeda.

Daya tarik utama dari wisata Tebing Keraton adalah, inilah tempat dimana anda bisa menyaksikan eksotisme terbit dan terbenamnya matahari dari satu lokasi.

Untuk menuju lokasi tebing keraton, anda cukup belok kanan di pertigaan setelah gerbang Tahura Dago.

Selengkapnya, baca ulasan kami di sini: Review Tebing Keraton Bandung

7. Hiking Ringan

Taman Hutan Raja Juanda

Apabila kamu menyukai olahraga, tempat ini sangat cocok buatmu.

Karena untuk sampai ke tempat ini, kamu harus berjalan menyusuri jalan berundak yang cukup memeras keringat.

Namun kucuran keringatmu akan terbayar lunas oleh nuansa alam yang asri dan berudara sejuk yang menemanimu sepanjang jalan.

Di kawasan Tahura juga terdapat tempat lain seperti Monumen Ir. H. Djuanda, Museum Ir. H. Djuanda, dan Prasasti Batu Raja Thailand.

Fasilitas di Taman Hutan Raya Juanda

Tahura Juanda menyediakan beberapa fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, seperti:

  • Sarana Outbound
  • Area Paintball
  • Tempat Bermain Anak
  • Sarana Olahraga
  • Bumi Perkemahan
  • Guest House
  • Area Pertunjukan
  • Area Wisata Kuliner
  • Toilet
  • Area Parkir Kendaraan

Lokasi Taman Hutan Raya Juanda

Peta Tahura Juanda


Lokasi dari Taman Hutan Raya Juanda Bandung terletak di Kampung Pakar, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan Bandung.

Kompleks Tahura, Jl. Ir. H. Juanda No.99, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40198.

Baca juga Tempat Wisata di Bandung lainnya.

Rute Menuju Taman Hutan Raya Juanda

Berikut adalah rute-rute menuju Tahura Juanda yang dapat membantu kamu menemukan tempat ini.

1. Via Bandara Husein Sastranegara

Jika kamu hendak menuju Taman Hutan Raya Juanda dengan menggunakan pesawat terbang, kamu dapat turun di bandara Husein Sastranegara.

Kemudian perjalanan dapat kamu lanjutkan menggunakan ojek menuju perempatan jalan Pajajaran – jalan Abdul Rachman Saleh – jalan Aruna. Untuk menuju Taman Hutan Raya kamu dapat mengambil angkot jurusan Ciroyom-Ciburial turun di pertigaan Dago Pakar.

Dari sini dapat dilanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 1 KM atau bisa menggunakan ojek menuju Taman Hutan Raya Juanda (Dago Pakar).

2. Via Kendaraan Umum

Jika kamu dari Stasiun Bandung bagian sisi selatan kamu dapat menuju Taman Hutan Raya Juanda dengan menggunakan angkota 09 jurusan Stasiun Hall-Dago.

Kemudian turun di terminal Dago dan melanjutkan perjalanan dengan angkota jurusan Ciroyom -Ciburial turun di pertigaan Dago Pakar dan dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 1 KM atau dilanjutkan dengan naik ojek menuju Taman Hutan Raya Juanda (Dago Pakar).

3. Via Kendaraan Pribadi

Rute bagi kamu pengguna kendaraan pribadi ini Taman Hutan Ray Juanda cukup mudah dijangkau.

Jika kamu dari Bandung kota kamu dapat mengambil rute menuju jalan Ir. H. Juanda setelah itu dilanjutkan perjalanan menuju jalan Pakar Kulon dan kemudian mengarah menuju Taman Hutan Raya Juanda (Dago Pakar).

Gerbang Masuk Tahura Juanda

Untuk sekadar informasi, Tahura Juanda memiliki beberapa gerbang masuk yaitu:

1. Gerbang Taman Hutan Raya Juanda di Pakar, Dago.

Gerbang ini dapat diakses melalui jalur Dago – terminal dago – Tahura.

Jalannya sudah cukup bagus dan mudah di akses. Terdapat petunjuk jalan yang cukup jelas.

Merupakan akses yang paling mudah dan paling populer. Jalan ini juga satu arah dengan objek wisata tebing keraton bandung, yang memang masih dalam kawasan taman hutan raya Juanda.

2. Gerbang Taman Hutan Raya Juanda di Lembang

Jika kamu sedang berada di daerah Bandung utara/lembang dan ingin berkunjung ke Tahura Juanda, tidak perlu memutar kearah dago dulu.

Kamu bisa akses langsung melalui gerbang Tahura Juanda di daerah Maribaya Lembang.

Jalannya cukup mulus dan gampang dijangkau. Letaknya tidak terlalu jauh, sebelum tempat wisata maribaya lembang.

3. Pintu Masuk PLTA Bengkok

Pintu masuk ini adalah satu pintu masuk lainnya yang jalannya melalui tangga seribu dari PLTA Bengkok ataupun Curug Dago.

Kegiatan yang Bisa Kamu Lakukan di Sini

Taman Hutan Raja Juanda

Untuk kamu yang senang dengan kegiatan outbound, kamu bisa ajak teman-teman kamu ke sini karena di sini disediakan tempat outbound yang seru dan aman.

Jika kamu bosan dengan outbound, kamu bisa mencoba hal lain seperti disebutkan dibawah ini.

1. Bermain dengan Rusa

Di Tahura Juanda juga terdapat penangkaran rusa di hutan raya juanda Bandung.

Jenis rusa yang ditangkarkan adalah rusa tutul. Cocok untuk kamu jika membawa anak-anak, dapat berfoto dengan para rusa tutul di penangkaran.

2. Berkunjung ke Museum Ir. H. Juanda

Jika lelah hiking dan jalan-jalan kamu dapat singgah di Museum Ir. H. Juanda ini, museum ini dibangun sebagai penghormatan kepada Ir. H. Juanda.

Museum dengan ukuran kurang lebih 8×10 meter persegi ini terdapat berbagai macam penghargaan yang diterima oleh Ir. H. Juanda dan tersimpan dengan rapi.

3. Menginap

Bagi kamu yang belum cukup hanya sehari untuk berjalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda ini kamu dapat singgah sejenak di Wisma, Guest House ataupun kamu dapat berkemah di perkemahan yang tersedia.

4. Wisata Kuliner

Tidak hanya itu, kamu juga bisa berwisata kuliner mencicipi berbagai makanan yang dijual di tempat sejuk ini.

Dan jika kamu bosan kamu bisa datang ke arena pertunjukan untuk mencari hiburan mata.

Apabila kamu lelah setelah berjalan-jalan, di Tahura Juanda tersedia tempat untuk beristirahat yang lengkap dengan toilet, tempat duduk dan tempat ibadah.

Kamu juga bisa berfoto-foto di spot-spot yang ada di Tahura Juanda yang sangat intagramable!

Tips Berkunjung ke Taman Hutan Raya Juanda

Berikut ini adalah tips-tips yang dapat memandu wisata kamu selama di Taman Hutan Raya Juanda agar semakin menyenangkan.

1. Bawa Air Minum

Pastikan kamu membawa air minum bila sewaktu-waktu kamu haus saat tengah berjalan-jalan di kawasan Tahura Juanda.

Dan jangan lupa sisakan ruang di kartu memori hpmu sebelum penuh diisi oleh foto-foto ditempat ini.

2. Sewa Pemandu Wisata Jika Diperlukan

Kamu juga bisa menyewa tour-guide supaya perjalananmu lebih terarah dan ada yang bisa menjelaskan tentang sejarah dan asal-usul tempat yang sedang kamu kunjungi serta membantu kamu memahami berbagai peninggalan sejarah di Taman Hutan Raya Juanda ini.

3. Perhatikan Waktu & Cuaca Yang Tepat

Dan jika kamu berkunjung, akan lebih baik jika memilih waktu di jam ideal saat cuaca cerah karena pemandangannya akan sangat menarik jika langit sedang biru dan hawa sejuk akan memanjakan kamu.

4. Jangan Berwisata Sendirian

Jangan lupa ajak kerabat dan saudara supaya liburanmu tambah seru, karena Tahura Juanda sangat cocok untuk wisata keluarga atau bagi kamu yang ingin trip bersama sahabat kamu.

Catatan
Demikian ulasan seputar Taman Hutan Raya Juanda Bandung.

Semoga artikel ini dapat membantu perjalanan wisata kita semua. Selamat Berwisata!

Apa Kata Pengunjung?

  • Tempat GOES paling menantang, ayo coba
  • Selalu ikuti protokol kesehatan yang tersedia 🙏
  • Msh ga nyangka ada hutan d kota 😱. Wajib reservasi online dl. Tp klo lg ga penuh siy, bs reservasi online d tpt. Pmbayaran tinggal scan2 aja tp klo jajan d warung/kios d dlm lokasinya hrs nyiapin uang kecil jg. Saya parkir d seberang tahuranya (sy pk kndaraan roda 4), klo pake roda 2 bs parkir d parkiran tahuranya. Lokasinya adem n fresh bgt. Udh tgh hari pun tetep adem. Saya ksana mau k tpt penangkaran rusa. Prjalanannya waw skl, lmyn jauh 😅. Hrs siap sedia minuman ato cemilan klo ga mau beli d warung2nya, pake pakaian n alas kaki yg nyaman Sempet k goa belanda jg. N sempet beli jagung bakar d kios dpn goanya. Hrs hati2 soalnya ada monyet n suka ngambil mknn kita Overall happy siy ksana smbl bw bocah jg. Cm ga ada scan pedulilindungi ato mnt liat bukti udh vaksin d bag dpnnya
  • Rabu 1 september 2021 Hari pertama buka kembali taman hutan raya djuanda ini. Udah ga sabar, cus lah berangkat saya kesana Oh ya mereka buka jam 8 pagi tutup jam 3 sore ya gais Harga tiket masuk 12rb/orang parkir motor 6rb, sayangnya untuk parkir di mintain lagi sama yg jagain motornya 😂 Hari itu sepi sekali, yang jalan kedalam cuma beberapa orang, apalagi yang ke curug hampir tidak ada kecuali kami bedua 😂 Sepertinya jarak yang ada di petunjuk arah salah deh 😂 Masa ke curug 4,5km berasa 6 km 😂 Petunjuk mengatakan ke penangkaran rusa 200m nyatanya jauh sekali 😂 Mampir ke penangkaran rusa, rusanya masih pada piyik, lutu, disitu juga ada peternakan madu. Lanjut jalan.. tujuan utama kami ke curug ciomas, kami pejalan kaki pemula pas pulang rasanya gempor pada sakit kaki hahaha Selama dijalan Alhamdulillah tidak ada sampah plastik, hanya beberapa 1/2 keliatan.. banyak monyet tapi aman sekali, mereka liat manusia pada lari, mungkin karena dibiasakan agar tidak dekat dgn manusia ya.. ga boleh kasih makan monyet.. Overall Enak jalan kaki/ treking disini, sepanjang jalan rimbun, sepi, sejuk, seger untuk nenangin fikiran 😍
  • Tempatnya enak buat urban sketch bareng temen-temen ;)... Saran aja, hati-hati kalo papasan sama gerombolan monyet (saya lupa, setelah ato sebelum gua jepang), kalo bisa jangan bawa gembolan keresek ato pegang hape/tumbler/dll kalo ngga mau dirampas oleh mereka, amannya mah bawa tas ransel ato selempang 😶💬
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *