Gambar Museum Macan (5)

Museum Macan Jakarta

Rindu jalan-jalan? Kami juga! Mari sudahi pandemi, biar bisa berwisata lagi. Selalu pakai masker, jaga jarak & cuci tangan.

Museum Seni Kontemporer dan Modern pertama di Indonesia ini dibuka bersamaan dengan pembukaan pameran seni kontemporer Biennale Jakarta dan Biennale Jogja, yang digelar oleh seniman Indonesia dan Internasional.

Setelah sukses dibuka, Museum MACAN hampir selalu ramai oleh pengunjung terutama sebagai salah satu destinasi kekinian yang aestetik dan instagenik.

Terutama hadirnya instalasi populer, di antaranya bisa dilihat pada ulasan berikut.

Sekilas tentang Museum MACAN

Gambar Museum Macan (1)

Museum MACAN atau Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara adalah museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia. Museum ini dibuka untuk umum sejak tanggal 4 November 2017.

Peresmian dibukanya museum MACAN dilakukan oleh seorang filantropis sekaligus pendiri museum ini yaitu Haryanto Adikoesemo. Sedangkan desain bangunan museum MACAM dibuat oleh MET Studio dari London.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, dengan koleksi seni modern dan kontemporer yang lengkap dari Indonesia hingga mancanegara. Ada sekitar 800 karya seni yang telah dikumpulkan di dalamnya.

Selain lukisan, koleksinya juga menampilkan berbagai aliran kontemporer dengan berbagai medium, teknik, dan instalasi. Beberapa karya-nya berasal dari seniman-seniman seperti Yayoi Kusama asal Jepang, Arahmaiani dari Amerika, dan lainnya.

Museum MACAN terbilang menjadi salah satu museum yang selalu ramai oleh pengunjung.

Selain karena koleksinya yang unik dan instagenik, fasilitas pendukung yang disediakan di dalam museum ini juga lengkap.

Spot Menarik di Museum MACAN

Beberapa koleksi di museum MACAN memang sangat menarik dan instagenik, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Infinity Mirrored Room

Museum Macan

Salah satu spot favorit pengunjung di Museum MACAN adalah Infinity Mirrored, yaitu berupa sebuah ruangan gelap, dengan dinding kaca berwarna warni.

Namun, pengunjung hanya diberikan jatah sekitar 20 detik untuk berada di sini.

The Letter Writing Project

Museum Macan

Buah karya Lee Mingwei asal Taiwan ini menawarkan sebuah karya seni interaktif.

Di tempat ini pengunjung akan menemukan banyak surat yang ditulis oleh pengunjung dan konon akan dikirimkan oleh pihak museum apabila berkenan.

My Eternal Soul

Museum Macan

My Eternal Soul adalah sebuah area berisi sekitar 500-an karya seni lukis yang dibuat oleh seniman Yayoi Kusama dari Jepang.

Lukisan-lukisan yang ditampilkan memiliki gambar yang unik dan tentunya sangat cocok dijadikan untuk foto.

Dots Obsession

Museum Macan

Spot yang juga merupakan hasil karya Yayoi Kusama ini merupakan beberapa bola berwarna kuning berukuran cukup besar yang dihiasi polkadot warna hitam di atasnya.

Selain enak dilihat, spot ini tentunya instagenik untuk dipotret.

Obliteration Room

Wisata Jakarta

Obliteration Romm adalah sebuah area dengan dinding berwarna putih yang dilengkapi dengan hiasan beragam rupa dan stiker berwarna-warni.

Tempat ini juga bisa menjadi spot menarik untuk menjadi background foto.

Lokasi Museum MACAN

Peta Museum MACAN


Museum MACAN berlokasi di Jl. Perjuangan No. 5 Kebun Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Lokasinya strategis dan dekat dengan tempat wisata lain di Jakarta serta bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Jam operasional Museum MACAN terbagi menjadi dua sesi, yaitu pagi hari dari mulai pukul 10.00 – 14.00 WIB, dan sesi siang dari mulai pukul 14.00 – 19.00 WIB, berlaku setiap hari.

Baca juga Tempat Wisata di Jakarta lainnya.

Rute Menuju Museum Macan

Ada berbagai rute opsional yang bisa kalian pilih untuk berkunjung ke Museum MACAN baik itu menggunakan kendaraan pribadi atau dengan naik transportasi publik, berikut rute yang bisa kalian gunakan.

1. Via Kendaraan Pribadi

a. Dari Bandara Soekarno-Hatta

Jika anda mengemudi dari Bandara Soekarno-Hatta gunakanlah Tol Bandara menuju Jalan Tol JORR Barat kemudian Jalan Tol Jakarta-Tangerang keluarlah di Exit Tol Kebun Jeruk.

Setelah itu ikutilah rute berikut ini Jl. Kedoya Raya – Jl. Panjang – Putar balik – Flyover Kebon Jeruk – Jl. Panjang – Putar balik – Jl. Panjang – sampailah di Museum MACAN.

b. Dari Bandung, Bekasi, Bogor, atau luar Jakarta

Jika dari luar kota Jakarta masuklah menuju Tol Purbaleunyi, Tol Jakarta-Cikampek (Japek), atau Tol Jagorawi.

Lalu masuklah menuju Jalan Tol Dalam Kota Jakarta lanjut ke Jalan Tol Jakarta-Tangerang keluar di Exit Tol Kebun Jeruk. Setelah itu ikutilah rute berikut ini Jl. Perjuangan – sampailah di Museum MACAN.

2. Via Transportasi Publik

a. Via Pesawat

Apabila kalian menggunakan pesawat, maka turunlah di Bandara Halim Perdanakusumah atau Bandara Soekarno-Hatta, kemudian ikutilah rute perjalanan berikut ini.

  • Dari Halim Perdanakusumah

Jika kalian turun di Bandara Halim Perdanakusumah, naiklah angkot biru muda Trans Halim ke perempatan Cawang UKI.

Masuklah menuju halte busway Cawang UKI, lalu naik TransJakarta jurusan Pluit/ Grogol 2 turun di halte busway S. Parman, Harapan Kita.

Setelah itu naik TransJakarta jurusan Poris Plawand dan turun di Gerbang Tol Kebun Jeruk, lanjutkan dengan menyebrang menuju Museum MACAN.

  • Dari Bandara Soekarno-Hatta

Jika kalian turun di Bandara Soekarno-Hatta, naiklah bus PPD JA Connexion jurusan Bandara Seokarno-Hatta – Mall Taman Anggrek dan turun di halte busway S. Parman Central Park.

Setelah itu masuk halte busway S. Parman Central Park dan naik TransJakarta jurusan BSD lalu turun di Gerbang Tol Kebon Jeruk, lanjutkan dengan menyebrang menuju Museum MACAN.

b. Via Kereta

Apabila kalian menggunakan kereta, kalian bisa turun di beberapa stasiun seperti Stasiun Gambir, Stasiun Jatinegara, atau Stasiun Pasar Senen, lalu ikutilah rute perjalanan sebagai berikut.

  • Dari Stasiun Gambir

Jika kalian turun di Stasiun Gambir, dari halte busway Gambir 1 naiklah TransJakarta jurusan Harmoni / Kaliders / Rawa Buaya dan turun di halte busway Juanda.

Kemudian naik TransJakarta jurusan Porsi Plawad turun di Gerbang Tol Kebon Jeruk, lanjutkan dengan menyebrang menuju Museum MACAN.

  • Dari Stasiun Jatinegara

Jika kalian turun di Satsiun Jatinegara, naiklah KRL jurusan Jakarta Kota via Manggarai, lalu turun di Stasiun Manggarai. Lanjut naik KRL jurusan Tanah Abang dan turun di Stasiun Tanah Abang.

Lanjutkan lagi dengan naik KRL jurusan Serpong / Parungpanjang / Rangkasbitung dan turun di Stasiun Kebayoran.

Masuklah halte busway Pasar Kebayoran Lama, disana naik TransJakarta jurusan Harmoni turun di halte busway Kebon Jeruk, keluar di sisi barat halte dan jalan kaki 100 meter arak utara menuju ke Museum MACAN.

  • Dari Stasiun Pasar Senen

Jika kalian turun di Stasiun Pasar Senen, naiklah angkutan AJAP AC 106 / P106 jurusan Senen-Cimone / DSU P157 jurusan Senen-Poris Plawad / Mayasari Bakti AC116 jurusan Senen-Cikokol.

Pilihlah salah satu kemudian turun di Gerbang Tol Kebon Jeruk, lanjutkan dengan menyebrang menuju Museum MACAN.

c. Via Bus

Bagi kalian yang menggunakan bus atau dari luar kota, turunlah di beberapa terminal seperti Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gadung, atau Terminal Lebak Bulus. Lalu ikutilah rute perjalanan sebagai berikut.

  • Dari Terminal Kalideres

Jika kalian turun di Terminal Kalideres, dari halte busway Kalideres naik TransJakarta jurusan Pasar Baru / Pulo Gadung dan turun di halte busway Indosiar.

Naiklah TransJakarya jurusan Lebak Bulus lalu keluar di sisi barat halte dan jalan kaki 100 meter arak utara menuju ke Museum MACAN.

  • Dari Terminal Pulo Gadung

Jika kalian turun di Terminal Pulo Gadung, dari halte busway Pulo Gadung naiklah TransJakarta jurusan Harmini / Kalideres dan trurun di halte busway Juanda.

Kemudian naik TransJakarta jurusan Porsi Plawad turun di Gerbang Tol Kebon Jeruk, lanjutkan dengan menyebrang menuju Museum MACAN.

  • Dari Terminal Lebak Bulus

Jika kalian turun di Terminal Lebak Bulus, dari halte busway Lebak Bulus naiklah TransJakarta jurusan Harmoni dan keluar di sisi barat halte dan jalan kaki 100 meter arak utara menuju ke Museum MACAN.

Harga Tiket Masuk

Museum MACAN menerapkan harga tiket masuk yang terbilang agak mahal, namun itu semua akan sebanding dengan koleksi seni populer dan keindahan koleksinya.

Harga tiket masuknya adalah sebagai berikut:

  • Tiket Masuk Dewasa                 Rp100.000/orang
  • Tiket Masuk Pelajar                   Rp90.000/orang
  • Tiket Masuk Anak                     Rp80.000/orang

Hal yang Bisa Dilakukan di Sini

Museum Macan

Selain melihat berbagai koleksi museum yang menarik, pengunjung juga bisa melakukan kegiatan seru yang interaktif.

Beberapa hal seru yang bisa dilakukan di Museum Macan adalah sebagai berikut:

1. Menjelajah dunia seni modern dan kontemporer

Mengunjungi Infinity Mirrored Room mungkin seolah olah akan membawa kalian ke sebuah tempat baru yang belum pernah dijelajahi.

Selain itu instalasi seni yang ada juga akan membawa kalian ke dunia imajinasi modern dan kontemporer.

2. Menulis surat di The Letter Writing Project

Karya dari Lee Mingwei ini akan mengajak kalian berpesan atau berbicara kepada orang lain apa yang ingin kamu sampaikan.

Cobalah untuk menulis perasaan kalian di sini, barangkali apa yang kalian tulis akan benar-benar tersampaikan.

3. Bermain sticker di Obliteration Room

Kegiatan menarik ini bisa kalian lakukan di ruangan berdinding putih layaknya rumah, lengkap dengan berbagai furniturnya.

Lakukanlah kegiatan menempel kertas sesuka kalian, hal ini akan terasa seru dan menyenangkan pastinya.

4. Mewarnai dan menggambar

Setelah berkeliling melihat isi koleksi museum, barangkali kalian mulai terinspirasi untuk membuat karya seni.

Oleh sebab itu mulailah untuk menggambar pada ruangan yang sudah disediakan dan hasilnya bisa kalian bawa pulang.

5. Berbelanja souvenir modern dan kontemporer

Museum MACAN menyediakan gift shop berisi berbagai souvenir yang aesthetic bergaya modern dan kontemporer sesuai dengan tema pameran yang berlangsung.

Beberapa barang yang dijual seperti tas, payung, buku dan lainnya.

Tips Berkunjung ke Museum Macan

Berkunjung ke Museum MACAN tentunya bisa dilakukan kapanpun dan terbuka bagi siapapun.

Namun alangkah baiknya untuk memperhatikan tips berikut ini agar liburan kalian lebih seru dan menyenangkan.

1. Belilah tiket online

Museum MACAN memang telah menjadi salah satu destinasi wisata kekinian di Jakarta.

Maka dari itu, untuk menghindari kehabisan tiket, pesan lah terlebih dahulu secara online melalui laman web resmi museum MACAN.

2. Gunakan kamera ponsel

Untuk mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pihak museum, sebaiknya gunakan lah kamera ponsel untuk memotret.

Sebab dilarang keras menggunakan kamera profesional, tripod, serta penggunaan flash selama memotret.

3. Explore semua spot yang ada

Meskipun atraksi favorit di Museum MACAN adalah infinity room, namun jangan lupa untuk menjelajahi spot seni lainnya.

Sebab seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada berbagai koleksi seni lain yang tidak kalah seru dan menarik.

4. Pastikan perut kenyang

Untuk menghindari perut lapar di kala kalian harus mengantre ke dalam berbagai objek yang disediakan, pastikanlah kalian kenyang terlebih dahulu.

Apalagi di sini kalian dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam area museum.

5. Jaga kebersihan & taati aturan yang berlaku

Ingatlah selalu untuk menjaga kebersihan di dalam area msueum, selain itu taatilah aturan yang diberlakukan pihak manajemen Museum MACAN.

Nikmatilah berbagai karya seni yang ditampilkan tanpa perlu merusaknya.

Catatan
Itulah berbagai keseruan yang bisa kalian dapatkan dengan bungkusan seni modern dan kontemporer ala Museum MACAN.

Selain sebagai salah satu destinasi kekinian, koleksinya juga bisa mendatangkan inspirasi bagi kalian.

Agar liburan kalian di Museum MACAN lebih seru dan menyenangkan, ajaklah teman, keluarga, atau pasangan.

Apalagi dengan berbagai instalasi seni inraktif dan menakjubkan di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara ini.

Apa Kata Pengunjung?

  • Museum ini tengah menampilkan karya seni dari seniman Yayoi Kusama hingga tanggal 9 September 2018 nanti. Instalasi, patung, dan lukisan terpajang di museum ini sejak 12 Mei lalu, 46 ribu lebih postingan di Instagram memuat foto para pengunjung museum MACAN sejak dibuka pertengahan Mei itu. Saat memasuki lantai satu museum anda akan langsung disambut metal detector dan meja respsionis. Resepsionis hanya melayani pengunjung yang telah menjadi anggota museum, ditunjukkan dengan kartu member. Jika bukan anggota museum, anda harus naik eskalator ke lantai dua dan antre membeli tiketnya. Setelah antre membeli tiket, ada baiknya menuju loket penitipan barang, sebab pintu masuk arena pameran akan mengharuskan anda meninggalkan semua barang yang besar. Ukuran minimumnya lebar 24 cm, panjang 24 cm dan tinggi 15 cm boleh masuk, selebihnya dilarang berada di area pameran. Di pintu masuk area pameran anda akan disuguhi sebuah labu besar berwarna kuning dengan bintik hitam di sekitar lajur labu. Di batasi kaca setinggi pinggang orang dewasa, bola-bola besar berwarna kuing dengan lingkaran hitam besar bergelantungan, ada pula yang diletakkan di bawah. Sebuah bola kuning besar dengan titik lingkar hitam itu memiliki ceruk persis berada setelah anda melewati pintu masuk area pameran. Ceruk kecil itu berisi pantulan cermin dengan ornament polkadot di dalamnya. Cara melihatnya hampir serupa dengan melihat batu hajar aswad, bahkan ceruknya serupa, hanya berbeda ukuran saja. Dots obsession nama instalasi tersebut, menurut staf berbaju kuning dengan papan nama Rima yang menjaga instalasi tersebut, bola kuning dengan polkadot hitam itu sering terlewatkan. Setelah bola bola besar kuning dengan lingkaran hitam tersebut, anda seakan diajak melihat apa saja yang dikerjakan seniman Jepang yang terkenal dengan protes-protesnya pada perang Vietnam ini. Ia memprotes invasi Amerika ke Vietnam dengan menelanjangi beberapa orang di keramaian dan melukisnya dengan lingkaran-lingkaran berwarna warni. Aksi protesnya terekam dengan baik di lokasi pameran “Body and Performance”. Namun sebelum memasuki ruangan yang tidak diperbolehkan untuk anak-anak dan tidak diizinkan untuk mengambil foto ini, anda akan disuguhkan karya-karya awal Yayoi yang sudah berusia 89 tahun ini. Lukisan-lukisan abrak miliknya memiliki tanggal pembuatan yang tercantum dengan ukuran kecil di sudut lukisan. Deretan lukisan itu diberi nama “Early Works” memuat karya-karya Yayoi sejak awal tahun 1940-an kala itu Yayoi masih berkuliah di Kyoto Municipal School Of Arts And Crafts. Karya-karay itu lahir dari akumulasi tekanan dari keadaan keluarga Yayoi yang ayahnya seorang yang doyan selingkuh. Karya abstrak dengan judul Flower dan Self Potrait itu dengan warna cerah dan kelabu, titik-titik atau polkadot sudah mulai tampak dalam karya-karya awal Yayoi ini. Lukisan yang ditampilkan tersebut menurut keterangannya adalah lukisan-lukisan yang selamat dari kekecewaan Yayoi, ribuan karyanya dia bakar sendiri karena kecewa dengan budaya Jepang yang dianggapnya tidak menghargai perempuan. Di samping pajangan lukisan sebuah instalasi bola-bola berwarna metalik terhampar di lantai. Bola-bola mengkilat itu diberi judul Narcissus Garden. Bola-bola besi berbahan stainless steel itu bisa anda pakai untuk bercermin, dan jumlahnya ratusan. Karya itu sudah berusia setengah abad lebih. Karya itu pertama kali ditampilkan Yayoi pada 1966 dalam ajang Venice Biennale ke 33 ratusan bola itu hampir serupa cermin. Yayoi menyebutnya dengan ungkapan "karpet kinetik".dari berbagai referensi, karya itu ditujukan untuk protes terhadap mekanisasi dan komodifikasi pasar seni. Bahkan saat ditampilkan, Yayoi menjual bola-bola tersebut kepada pengunjung. Namun kini, instalasi itu menjadi titik untuk berswafoto.
  • Tak toman depak
  • Sumpah ini museum yang paling antiminestream cuy Karena bukan hanya memamerkan barang yang bernilai sejarah, tetapi juga memamerkan barang yang bernilai seni. Dan perlu anda ketahui setiap beberapa bulan sekali museum ini mengubah tema dan barang barang yang dipamerkan. Jadi sangat layak anda kunjungi beberapa kali karena anda tidak akan merasakan bosan jika berkunjung kesini
  • Tempat nyaaaa enak banget asli, terus penjaga/petugasnya ramah dan baik juga, tempat nya juga bikin nyaman, asikk bangett deh. Mungkin bagi pecinta seni kontemporer cocok banget! Nah kalau aku kesini karena emang hype museum hangout aja hahahaha! Pas beli tiket museum ini kayak kaget aja gitu, cukup mahal bagi aku sih. Tapi pas masuk dan liat karya seni dan prosesnya, harga segitu worth it banget! 👍👍
  • Tidak akan pernah menyesal jika datang ke sini. Tempatnya bersih, keren, dan sangat artistik. Tempat yang sangat menyenangkan untuk mengajak teman ataupun keluarga datang ke sini. Museum MACAN juga sangat menjaga protokol kesehatan di saat musim pandemi seperti sekarang. Keren, sangat recommend untuk datang ke sini!
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *